Jumlah yang terdata kasus infeksi virus corona
penyebab Covid-19 masih terus mengalami peningkatan di berbagai belahan dunia.
Laju peningkatannya bisa dilihat yaitu, baik jumlah kasus yang terinfeksi,
kematian , maupun kesembuhan, itu berbeda-beda di setiap wilayah. Dikarenakan
setiap Negara yang terkena dampak virus ini juga memiliki kebijakan tersendiri
untuk menahan penyebaran virus yang terjadi diwilayahnya.
Menurut data yang dikumpulkan oleh John Hopkins
University, hingga senin ini, tanggal 23 Maret 2020, total jumlah kasus
Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 331.273 kasus, yang tersebar diseluruh
dunia. dengan 14.450 kasus kematian, dan 97.847 pasien dinyatakan sembuh.
Jumlah kasus terbanyak masih tercatat di china karena munculnya virus pertama kali
di Negara tirai bambu, yaitu 81.397 kasus, disusul Negara Italia dengan 59.138
kasus, dan Amerika Serikat sebanayak 33.073 kasus. Dari sisi angka kematian,
jumlah terbesar ada di Italia, yaitu sebanyak 5.476 kasus. Jumlah tersebut
melampaui angka kematian yang terjadi di China, yaitu sebanak 3.265 kasus.
Sementara, dari sisi kesembuhan, jumlah terbanyak ada di China, yaitu 72.362
pasien.
Yang menjadi pertanyaan, kenapa dari
sisi kematian yang diakibatkan virus Covid-19 ini lebih besar yang terjadi di Negara
Italia kenapa gak di Negara China yang pertama muncul virus Covid-19 ini. Kita
mulai membuka dari Negara China dulu. Mungkin ketika kasus Covid-19 ini pertama
kali muncul, tindakan yang dilakukan oleh pemerinta china itu sangat cepat
dalam menanggulangi penyebarannya. Salah satunya membangun Rumah Sakit
Houshenshan. Cara membangunnya bagaikan proyek Roro Jonggrang dalam waktu
singkat. Pembangunan rumah sakit ini hanya membutuhkan waktu 9 hari saja, yang
dimulai pada tanggal 25 Januari – 2 Februari 2020. Upaya selanjutnya membatasi
segi aktifitas yang dilakukan masyarakat china, dengan menutup semua jalur
transportasi yang ada dichina, dari transportasi antar kota-kota besar yang ada
di china. Dan yang terakhir yaitu keterbukaan mengenai informasi virus corona.
Pemerintah China bersikap trasnparan dalam menyediakan akses informasi bagi
public luas. Di Hangzhou, media-media besar memberikan informasi terkait
COVID-19 setiap hari, mulai dari angka pasien yang terjangkit, hasil dari
perawatan medis, rencana kebijakan yang akan diterapkan, hingga prosedur dan
imbauan yang harus dilaksanakan oleh masyarakat china. Selain itu, Universitas
Zhejiang juga ikut serta dalam penanganan pandemi ini. Mereka mengembangkan
materi yang muda dimengerti untuk murid dan public luas tentang penyakit
COVID-19, lengkap dengan cara pencegahannya. Mengenai keterbukaan virus corona
ini pemerintah China menerapkan upaya sebagai bahan edukasi pencegahan
penyebaran virus ini.
Fakta yang menyebabkan Negara Italia sebagai
Negara yang memiliki kasus kematian yang paling tinggi disebabkan oleh
Covid-19. Yang pertama, mungkin di Negara Italia kurangnya informasi terkait
virus covid-19. Beda dengan Negara China sendiri yang sangat cepat dalam
memberikan informasi mengenai edukasi yang dilakukan oleh pemerintahan.
Masyarakat itali kebanyakan merasa cemas dalam mengahadapi fenomena yang
terjadi saat ini, dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang bagaimana upaya
mencegah penyebaran virus covid-19 sehingga banyak masyarakat umum belum
mengetahui jalan utama penyebaran virus covid-19 dan mengakibatkan dalam 2 hari
penyebaran virus ini, bisa menjadikan Negara Italia naik pada puncak ke 2
setelah Negara China. Yang kedua, Populasi Orang tua. Virus corona diketahui
lebih rentan mengancam orang tua atau orang-orang dengan kondisi kesehatan yang
lemah. Berdasarkan data dari China, sekitar 80% orang dewasa yang meninggal
berusia diatas 60 tahun keatas. Dan dikuatkan dengan sebuah jurnal yang ditulis
oleh para peneliti di Oxford University, Italia memiliki populasi usia manusia
tertua kedua di dunia. Sekitar 23,3% orang italia berusia diatas 65 tahun.
Dari beberapa data fakta yang sudah dipaparkan.
Kita lihat dulu dari segi kecemasan seseorang. Dari segi pengertiannya sendiri
yaitu kecemasan (Anxiety) adalah keadaan suasana perasaan (mood) yang ditandai
dengan afek negative berupa gejala-gejala jasmaniah yang melibatkan perasaan,
perilaku, dan respon-respon fisiologis. Mungkin bisa jadi warga italia pada
saat virus itu mulai tersebar. Rata-rata warganya belum siap untuk menghadapi
pandemic tersebut dibanding dengan warga China yang secara cepat dan tepat
memberikan beberapa edukasi maupun pengetahuan mengenai pencegahan penularan
virus covid-19 ini. Yang mengakibatkan beberapa warganya mengalami kecemasan dalam
menghadapinya. Jika gejala kecemasan ini tidak ditangani secara langsung, akan
dapat menimbulkan adanya tekanan didalam psikisnya yang bisa menurunkan system
imun yang ada didalam tubuh. Akhirnya warga yang mengalami kecemasan yang
berlebihan dalam menghadapi pandemic ini, bisa dikatakan lebih gampang tertular
virus ini karena system imunnya menurun. Gejala-gejala yang muncul terbagi
menjadi 3, 1) fisik, meliputi denyut jantung yang tidak teratur, susah tidur,
kelelahan, telapak tangan gemetar serta berkeringat. 2) emosional, meliputi
rasa lelah yang sering muncul, mudah menangis dan merasa depresi karena cemas
dalam menghadapi virus covid-19. 3) kognitif, meliputi mudah lupa (dikarenakan
mengalami cemas, orang tersebut mudah lupa ketika mau berbuat apa-apa, seperti
sering lupa mencuci tangan), tidak perhatian terhadap lingkungan.
Dengan beberapa fakta yang sudah tercantum, bisa
digaris bawahi. Bahwasanya kurangnya pengetahuan tentang virus corona ini, juga
kurangnya edukasi yang diberikan mulai dari segi penyebarannya, dan dari segi
pencegahannya. Bisa dapat menimbulkan rasa kecemasan dalam kehidupan
sehari-hari. kecemasan juga bisa mengakibatkan system imun seseorang menurun
kalo tidak ditangani dengan baik. Ketika mau melakukan kegiatan tapi rasa cemas
muncul karena takut terjangkit virus tersebut.
Beberapa langkah dibawah ini yang bisa dilakukan
oleh masyarakat umum untuk mencegah infeksi virus Corona supaya tidak menyebar,
yaitu :
a)
Mencuci tangan dengan
benar.
Mencuci
tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah
penyebaran virus Covid-19. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun,
setidaknya selama 20 detik.
b)
Menggunakan Masker
Cara
pakai masker yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke
luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna putih mengahadap wajah dan menutupi
dagu, hidung dan mulut. Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman,
namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan resiko penyebaran virus.
c)
Menjaga Daya Tahan
Tubuh
Untuk
meningkatkan daya tahan tubuh , disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang
sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, makanan berprotein, dll.
d) Tidak pergi ke kota maupun ke negara terjangkit
Agar
tidak terular virus ini, anda disarankan untuk tidak berpergian ke tempat-temat
yang sudah memiliki kasus infeksi virus corona atau berpotensi menjadi lokasi
penyebaran coronavirus.