Minggu, 07 Juni 2020

Kurangnya pengetahuan tentang virus corona, mengakibatkan kecemasan di kalangan public yang menjadikan jalan utama penyebarannya.


Kurangnya pengetahuan tentang virus corona, mengakibatkan kecemasan di kalangan public yang menjadikan jalan utama penyebarannya

 

Jumlah yang terdata kasus infeksi virus corona penyebab Covid-19 masih terus mengalami peningkatan di berbagai belahan dunia. Laju peningkatannya bisa dilihat yaitu, baik jumlah kasus yang terinfeksi, kematian , maupun kesembuhan, itu berbeda-beda di setiap wilayah. Dikarenakan setiap Negara yang terkena dampak virus ini juga memiliki kebijakan tersendiri untuk menahan penyebaran virus yang terjadi diwilayahnya.

Menurut data yang dikumpulkan oleh John Hopkins University, hingga senin ini, tanggal 23 Maret 2020, total jumlah kasus Covid-19 di seluruh dunia telah mencapai 331.273 kasus, yang tersebar diseluruh dunia. dengan 14.450 kasus kematian, dan 97.847 pasien dinyatakan sembuh. Jumlah kasus terbanyak masih tercatat di china karena munculnya virus pertama kali di Negara tirai bambu, yaitu 81.397 kasus, disusul Negara Italia dengan 59.138 kasus, dan Amerika Serikat sebanayak 33.073 kasus. Dari sisi angka kematian, jumlah terbesar ada di Italia, yaitu sebanyak 5.476 kasus. Jumlah tersebut melampaui angka kematian yang terjadi di China, yaitu sebanak 3.265 kasus. Sementara, dari sisi kesembuhan, jumlah terbanyak ada di China, yaitu 72.362 pasien.

            Yang menjadi pertanyaan, kenapa dari sisi kematian yang diakibatkan virus Covid-19 ini lebih besar yang terjadi di Negara Italia kenapa gak di Negara China yang pertama muncul virus Covid-19 ini. Kita mulai membuka dari Negara China dulu. Mungkin ketika kasus Covid-19 ini pertama kali muncul, tindakan yang dilakukan oleh pemerinta china itu sangat cepat dalam menanggulangi penyebarannya. Salah satunya membangun Rumah Sakit Houshenshan. Cara membangunnya bagaikan proyek Roro Jonggrang dalam waktu singkat. Pembangunan rumah sakit ini hanya membutuhkan waktu 9 hari saja, yang dimulai pada tanggal 25 Januari – 2 Februari 2020. Upaya selanjutnya membatasi segi aktifitas yang dilakukan masyarakat china, dengan menutup semua jalur transportasi yang ada dichina, dari transportasi antar kota-kota besar yang ada di china. Dan yang terakhir yaitu keterbukaan mengenai informasi virus corona. Pemerintah China bersikap trasnparan dalam menyediakan akses informasi bagi public luas. Di Hangzhou, media-media besar memberikan informasi terkait COVID-19 setiap hari, mulai dari angka pasien yang terjangkit, hasil dari perawatan medis, rencana kebijakan yang akan diterapkan, hingga prosedur dan imbauan yang harus dilaksanakan oleh masyarakat china. Selain itu, Universitas Zhejiang juga ikut serta dalam penanganan pandemi ini. Mereka mengembangkan materi yang muda dimengerti untuk murid dan public luas tentang penyakit COVID-19, lengkap dengan cara pencegahannya. Mengenai keterbukaan virus corona ini pemerintah China menerapkan upaya sebagai bahan edukasi pencegahan penyebaran virus ini.

Fakta yang menyebabkan Negara Italia sebagai Negara yang memiliki kasus kematian yang paling tinggi disebabkan oleh Covid-19. Yang pertama, mungkin di Negara Italia kurangnya informasi terkait virus covid-19. Beda dengan Negara China sendiri yang sangat cepat dalam memberikan informasi mengenai edukasi yang dilakukan oleh pemerintahan. Masyarakat itali kebanyakan merasa cemas dalam mengahadapi fenomena yang terjadi saat ini, dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang bagaimana upaya mencegah penyebaran virus covid-19 sehingga banyak masyarakat umum belum mengetahui jalan utama penyebaran virus covid-19 dan mengakibatkan dalam 2 hari penyebaran virus ini, bisa menjadikan Negara Italia naik pada puncak ke 2 setelah Negara China. Yang kedua, Populasi Orang tua. Virus corona diketahui lebih rentan mengancam orang tua atau orang-orang dengan kondisi kesehatan yang lemah. Berdasarkan data dari China, sekitar 80% orang dewasa yang meninggal berusia diatas 60 tahun keatas. Dan dikuatkan dengan sebuah jurnal yang ditulis oleh para peneliti di Oxford University, Italia memiliki populasi usia manusia tertua kedua di dunia. Sekitar 23,3%  orang italia berusia diatas 65 tahun.

Dari beberapa data fakta yang sudah dipaparkan. Kita lihat dulu dari segi kecemasan seseorang. Dari segi pengertiannya sendiri yaitu kecemasan (Anxiety) adalah keadaan suasana perasaan (mood) yang ditandai dengan afek negative berupa gejala-gejala jasmaniah yang melibatkan perasaan, perilaku, dan respon-respon fisiologis. Mungkin bisa jadi warga italia pada saat virus itu mulai tersebar. Rata-rata warganya belum siap untuk menghadapi pandemic tersebut dibanding dengan warga China yang secara cepat dan tepat memberikan beberapa edukasi maupun pengetahuan mengenai pencegahan penularan virus covid-19 ini. Yang mengakibatkan beberapa warganya mengalami kecemasan dalam menghadapinya. Jika gejala kecemasan ini tidak ditangani secara langsung, akan dapat menimbulkan adanya tekanan didalam psikisnya yang bisa menurunkan system imun yang ada didalam tubuh. Akhirnya warga yang mengalami kecemasan yang berlebihan dalam menghadapi pandemic ini, bisa dikatakan lebih gampang tertular virus ini karena system imunnya menurun. Gejala-gejala yang muncul terbagi menjadi 3, 1) fisik, meliputi denyut jantung yang tidak teratur, susah tidur, kelelahan, telapak tangan gemetar serta berkeringat. 2) emosional, meliputi rasa lelah yang sering muncul, mudah menangis dan merasa depresi karena cemas dalam menghadapi virus covid-19. 3) kognitif, meliputi mudah lupa (dikarenakan mengalami cemas, orang tersebut mudah lupa ketika mau berbuat apa-apa, seperti sering lupa mencuci tangan), tidak perhatian terhadap lingkungan. 

Dengan beberapa fakta yang sudah tercantum, bisa digaris bawahi. Bahwasanya kurangnya pengetahuan tentang virus corona ini, juga kurangnya edukasi yang diberikan mulai dari segi penyebarannya, dan dari segi pencegahannya. Bisa dapat menimbulkan rasa kecemasan dalam kehidupan sehari-hari. kecemasan juga bisa mengakibatkan system imun seseorang menurun kalo tidak ditangani dengan baik. Ketika mau melakukan kegiatan tapi rasa cemas muncul karena takut terjangkit virus tersebut. 

Beberapa langkah dibawah ini yang bisa dilakukan oleh masyarakat umum untuk mencegah infeksi virus Corona supaya tidak menyebar, yaitu :

a)      Mencuci tangan dengan benar.

Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik.

b)      Menggunakan Masker

Cara pakai masker yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna putih mengahadap wajah dan menutupi dagu, hidung dan mulut. Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan resiko penyebaran virus.

c)      Menjaga Daya Tahan Tubuh

Untuk meningkatkan daya tahan tubuh , disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, makanan berprotein, dll.

d)     Tidak pergi ke kota maupun ke negara terjangkit

Agar tidak terular virus ini, anda disarankan untuk tidak berpergian ke tempat-temat yang sudah memiliki kasus infeksi virus corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran coronavirus.

 


Rabu, 03 Juni 2020

MAKALAH GANGGUAN DISOSIATIF DAN GANGGUAN PSIKIATRIK TIDAK KHAS

MAKALAH
GANGGUAN DISOSIATIF DAN
GANGGUAN PSIKIATRIK TIDAK KHAS
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Abnormal
Dosen pengampu: Wening Wihartati, S. Psi, M. Si






Disusun oleh
Kelompok 8

1. Alvin Ni’am (1807016133)
2. Gina Agisna Robi’atus S. (1807016139)
3. Siti Aulin Ni’mah (1807016149)
4. Muhammad Syafi’i (1807016154)

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

FAKULTAS PSIKOLOGI DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG
2020

DAFTAR ISI

COVER……………………………………………………………………………… i
KATA PENGANTAR………………………………………………………………. ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………………… iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang………………………………………………………………. 1
B. Rumusan Masalah…………………………………………………………… 2
C. Tujuan Penulisan……………………………………………………………. 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian dan Penyebab Gangguan Disosiatif……………………………… 3
B. Macam – Macam Gangguan Disosiatif……………………………………… 4
C. Terapi yang Disarankan pada Penderita Gangguan Disosiatif………………. 9
D. Gangguan Psikiatrik tidak Khas……………………………………………... 11
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan…………………………………………………………………… 16
REFERENSI………..………………………………………………………………… 17

4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
        Gangguan disosiatif merupakan fenomena yang sangat mengagumkan dan menarik
namun membingungkan. Bagaimana perasaan seseorang akan identitas dirinya bisa menjadi
sangat terdistorsi hingga orang tersebut membangunkan kepribadian ganda, kehilangan
banyak potongan dari ingatan pribadi, atau membentuk sebuah identitas baru? Meski
gangguan-gangguan ini tetap misterius dalam beberapa hal, petunjuk-petunjuk yang
memberikan pemahaman aka nasal muasalnya telah bermunculan.
Gangguan disosiatif dibagi menjadi empat macam yaitu amnesia disosiatif, fugue
disosiatif, gangguan depersonalisasi, gangguan identitas disosiatif. Menurut pandangan
psikodinamika, amnesia disosiatif dapat menjadi suatu fungsi adaptif dengan cara memutus
atau mendiisosiasi alam sadar seseorang dari kesadaran akan pengalaman traumatis atau
sumber-sumber lain dari nyeri maupun konflik psikologis (Dorahy, 2001). Bagi teoritikus
psikodinamika, gangguan disosiatif melibatkan penggunaan represi secara besar-besaran,
yang menghasilkan “terpisahnya” impuls yang tidak dapat diterima dan ingatan yang
menyakitkan dari kesadaran seseorang. Dalam amnesia dan fugue disosiatif, ego melindungi
dirinya sendiri dari kebanjiran kecemasan dengaan mengeluarkan ingatan-ingatan yang
mengganggu atau dengan mendisosiasi impuls menakutkan yang bersifat seksual atau
agresif. Pada kepribadian ganda, orang mungkin mengekspresikan impuls-impuls yang tidak
dapat diiterima ini melalui pengembangan kepribadian penggaanti. Pada depersonalisasi,
orang berbeda diluar dirinya sendiri aman dengan cara menjauh dari pertarungan emosional
didalamnya.
        Gangguan psikiatri tidak khas merupakan sebuah keadaan yang dialami seseorang
dimana penderita mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang kemudian
dimanifestasikan dalam bentuk sekumpulan gejala dimana dampaknya dapat menyebabkan
penderitaan atau hambatan bagi seseorang dalam menjalankan fungsinya sebagai manusia
yang seharusnya. Atau bisa diartikan sebagai keadaan dimana seseorang mengalami kesulitan
mengenai persepsinya tentang kehidupan, hubungan dengan orang lain, dan sikapnya
terhadap dirinya sendiri. Gangguan psikiatri tidak khas ini didefinisikan sebagai gangguan
dengan kombinasi afektif, perilaku, komponen kognitif atau persepsi yang memiliki kaitan
dengan fungsi tertentu didalam bagian otak atau system saraf yang mengoperasikan fungsi-
fungsi sosial manusia.

File selengkapnya download di sini